BENTURAN ANTAR PERADABAN (Samuel P. Huntington)

KENAPA PERADABAN AKAN SALING BERBENTURAN

Identitas peradaban akan semakin bertambah penting dalam masa yang akan datang, dan dunia akan terbentuk oleh sebagian besar interaksi antara tujuh atau delapan peradaban utama. Hal ini mencakup Barat, Konfusian, Japanese, Islam, Hindu, Slaavic-Orthodox, Amerika Latin, dan kemungkinan peradaban Afrika. Yang paling penting adalah konflik di masa yang akan datang akan terjadi saat bentuk kesalahan dari kebudayaan memisahkan peradaban dari satu sama lainnya.

Mengapa dijadikan alasan?

Pertama, perbedaan diantara peradaban tidak hanya riil, hal tersebut juga merupakan dasar. Peradaban dibedakan dari satu sama lain atas sejarah, bahasa, budaya, tradisi, dan yang paling penting adalah agama. Orang-orang yang memiliki perbedaan peradaban memiliki perbedaan pandangan dalam hubungannya antara manusia dengan Tuhan, individu dengan kelompoknya, warganegara dan negara, orang tua dan anak, suami dan istri, seperti halnya berbeda dalam memandang dalam hak dan tanggung jawab, kemerdekaan dan otoritas, persamaan dan hirarki. Perbedaan ini merupakan produk berabad-abad. Perbedaan tersebut tidak akan menghilang dengan cepat. Perbedaan tersebut jauh lebih fundamental diantara politik ideology maupun politik akan rezim. Perbedaan tidak perlu berarti konflik dan konflik tidak perlu berarti berupa kekerasan. Setelah berabad-abad, bagaimanapun, perbedaan diantara peradaban menghasilkan konflik yang sangat panjang dan yang paling kejam.

Kedua, dunia menjadi tempat yang kecil. Interaksi antara orang-orang yang memiliki perbedaan peradaban menjadi berkembang. Perkembangan interaksi ini memperkuat kesadaran akan peradaban dan menyadari akan adanya perbedaan dalam peradaban dan keadaan umum di dalam peradaban. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis menimbulkan permusuhan diantara orang-orang Perancis dan pada waktu yang sama meningkatkan penerimaan akan imigrasi dengan “baik” oleh pihak Katolik Eropa. Orang-orang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap investasi yang dilakukan oleh orang-orang Jepang dibandingkan dengan perluasan investasi yang dilakukan dari negara Kanada dan Eropa. Sama halnya dengan, Donald Horowitz telah menunjukkan “suatu Ibo mungkin…suatu Owerri Ibo atau suatu Onitsha Ibo di daerah timur dari Nigeria. Di lagos dia benar-benar Ibo. Di London dia seorang Nigeria. Di New York dia seorang Afrika”. Interaksi diantara orang-orang yang memiliki perbedaan dalam peradaban memperkuat kesadaran akan peradaban orang tersebut. Pada gilirannya, menghidupkan perbedaan dan meregangkan akan kebencian atau berpikir untuk kembali memperlunak lebih dalam pada sejarah.

Ketiga, proses modernisasi perekonomian dan perubahan sosial diseluruh dunia yang melepaskan orang-orang dari sebuah pendirian yang lama terkait identitas lokal. Mereka juga lemah akan rasa kebangsaan sebagai sumber daya dari sebuah identitas. Di sebagian besar pada dunia keagamaan telah terjadi pergerakan yang mengisi kerenggangan ini, acapkali bentuk pergerakan seperti itu dinamakan “fundamentalis”. Seperti pergerakan yang ditemukan pada Kristen di Barat, Judaism, Budha dan Hindu, seperti halnya juga di Islam. Kebanyakan dari negara-negara dan kebanyakan agama-agama dari orang-orang yang aktif dalam pergerakan fundamentalis terdiri dari orang-orang muda, teknisi kelas menengah, orang-orang professional dan pebisnis. The “unsecularization of the world”, George Wikel mengatakan, “merupakan salah satu kenyataan dominasi sosial dalam hidup di akhir abad ke-20”. Kebangkitan kembali dari agama, “la revanche de Dieu” seperti Gilles Kepel mengatakannya, memberikan dasar untuk identitas dan komitmen yang melebihi batasan kebangsaan dan mempersatukan peradaban.

Keempat, pertumbuhan  dari kesadaran akan peradaban diperkuat oleh peran ganda dari Barat. Di satu sisi, Barat dalam kekuatan puncak. Dalam waktu yang sama, bagaimanapun, dan mungkin sebagai akibat, kembali pada akar fenomena yang terjadi diantara peradaban non-Western. Makin bertambahnya referensi yang didengar untuk menjadi acuan kearah pembentukan ke dalam dan “Asianisasi” di Jepang, akhir dari peninggalan Nehru, dan “Hinduisasi” dari India, kegagalan pemikiran Barat tentang sosialisme dan nasionalisme, dan karena “Reislamisasi” di Timur Tengah dan sekarang debat atas Westernisasi melawan Rusianisasi di negara Boris Yeltsin’s. Barat yang berada pada puncak kekuatan menghadapi non-Barat meningkat yang memiliki keinginan, kehendak dan sumber daya untuk membentuk dunia sesuai dengan jalan non-Barat.

Di masa yang lalu, para golongan atas dari masyarakat non-Barat biasanya orang-orang yang pernah memiliki keterlibatan dengan Barat, mendapat pendidikan di Oxford, Sorbonne atau Sandhurst, dan menyerap sikap serta nilai-nilai Barat. Pada saat yang sama, masyarakat di negara non-Barat seringkali diilhami dengan budaya lokal/pribumi. Sekarang, bagaimanapun, hubungan ini menjadi kebalikan. De-westernisasi dan indigeniousasi dari para elite terjadi di banyak negara non-Barat pada waktu yang sama yaitu Barat, biasanya Amerika, gaya dan perilaku menjadi lebih popular diantara kumpulan orang-orang.

Kelima, perbedaan dan karakteristik budaya sedikit lebih dapat berubah dan oleh karenanya dapat sedikit dengan mudah disepakati dan dipecahkan dibandingkan dengan suatu ekonomi dan politik. Di dalam bentuk perserikatan Soviet, komunis dapat menjadi demokrat, kaya dapat menjadi miskin dan miskin dapat menjadi kaya, tetapi Rusia tidak bisa menjadi Estonia, dan Azeris tidak bisa menjadi Armenian. Dalam tingkatan dan ideology dalam konflik, pertanyaan kuncinya merupakan “disisi yang mana kamu berada?” dan individu dapat memilih salah satu pihak dan merubah pilihannya. Di dalam konflik antar peradaban, pertanyaannya adalah “apakah kamu?” hal tersebut memberikan hal yang tidak dapat dirubah. Dan seperti kita ketahui, dari Bosnia ke Kaukaus ke Sudan, jawaban yang salah pada pertanyaan tersebut dapat berarti seperti peluru di kepala. Lebih daripada etnis, agama lebih membeda-bedakan secara mencolok dan bersifat eksklusif diantara individu. Seseorang dapat menjadi setengah Perancis dan setengah Arab, dan secara bersama memiliki dua kewarganegaraan. Hal ini lebih sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s