Mendamaikan psikologis rakyat

Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah dipastikan akan naik dalam waktu dekat ini, dengan perjalanan keputusan yang lebih didominasi ketidakpastian dan riuhnya friksi partai politik. Media serasa mendapatkan mesiu tontonan yang menarik dengan tidak sedikit mengedepankan dinamika-dinamika yang gaduh berkaitan dengan kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi ini. Dan hasil pun sudah dapat diketahui oleh masyarakat dengan kenaikan sebesar Rp. 2000 untuk premium menjadi Rp. 6.500 per liter dan kenaikan Rp. 1000 untuk solar menjadi Rp. 5.500 per liter. Tinggal menunggu pemerintah melakukan ketok palu fase dimulainya kebijakan ini di lapangan.

Gejolak di dalam menyikapi naiknya harga BBM ini dalam seluruh elemen bangsa ini menjadi salah satu perhatian yang tidak bisa dilepaskan. Kita sudah disuguhkan dengan dinamika-dinamika politik partai yang menggambarkan pro dan kontra yang ramai di media. Koalisi versus oposisi menjadi tontotan masyarakat bahwa keduanya saling mengatasnamakan kepentingan rakyat ke depan. Demonstrasi yang bersifat masive juga terjadi di daerah-daerah. Institusi-institusi pemerintahan maupun wakil rakyat menjadi sasaran pergerakan di dalam menyuarakan sikapnya mengenai kebijakan tersebut. Dan ternyata tidak sedikit demonstrasi ini berakhir dengan ricuh serta perusakan fasilitas yang ada. Situasi yang sedianya tidak diinginkan untuk menyuarakan apa yang disebut dengan aspirasi atau keinginan.

Pro dan kontra akan selalu menyelip di dalam munculnya kebijakan yang memang menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Situasi ini pastinya telah disadari oleh pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Akan tetapi sepertinya ada yang terlupakan oleh pemerintah tentang bagaimana melakukan kontrol terhadap penerimaan masyarakat akan kebijakan yang sensitif.

Ketidakpastian akar kegaduhan
Menyadari gejolak-gejolak tersebut, usaha memahami keberadaan reaksi pro dan kontra masyarakat sangat diperlukan untuk mampu memunculkan formula di dalam meredamnya. Kegaduhan-kegaduhan yang muncul saat ini sangat dimungkinkan akibat adanya kondisi ketidakpastian yang berpengaruh secara psikologis masyarakat. Karena ketidakpastian hanya memberikan kecemasan yang arahnya menjadikan individu tidak mampu meraba situasi masa depan dan tidak mampu mempersiapkan diri sehingga muncul ketidaknyamanan dalam diri.

Situasi ketidakpastian ini mulai terjadi ketika tidak sedikit muncul kabar mengenai akan naiknya harga bahan bakar minyak. Masyarakat terlalu lama digoyang dengan berita kenaikan ini tanpa adanya kepastian kapan kebijakan tersebut memang akan disahkan. Kita sadari bahwa kondisi kenaikan bahan bakar minyak yang mendasarkan pada pengalaman masyarakat ini berkaitan dengan harga-harga lainnya. Masyarakat sudah terpatri dengan kondisi kenaikan harga bahan bakar minyak pasti harga bahan pokok di pasaran. Kenaikan itu mirisnya kadangkala sudah terjadi ketika kebijakan terssebut masih berbentuk isu. Kenaikan harga bergerak tanpa bisa dikendalikan. Kondisi kenaikan harga bahan bakar minyak juga di sisi lain akan menaikkan harga tarif angkutan massal yang masih menjadi alat transportasi pilihan.

Efek ketidakpastian sebagai akibat munculnya kenaikan harga bahan bakar minyak ini tidak mampu diraba oleh masyarakat. Masyarakat tidak mampu menentukan akibat dari meningginya harga bahan bakar minyak ini di dalam pasar itu sendiri khususnya berkaitan dengan kebutuhan pokok itu sendiri. Masyarakat hanya bisa menerima dan mungkin saja kondisinya akan jauh diluar dari ekspektasi batasan yang mampu diyakini oleh masyarakat itu sendiri. Akhirnya, kembali lagi ketidakpastian mengancam eksistensi individu karena mengancam kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Mendamaikan efek ketidakpastian
Pemerintah harus pintar menjadi sosok yang dirasa mampu menjawab dan memberikan kenyamanan akan kondisi tersebut. Situasi tersebut harus dilandasi dengan kemampuan pemerintah untuk memenangkan kepercayaan masyarakat di dalam menghadapi kenaikan bahan bakar minyak ini bahwa kebijakan tersebut tepat. Memenangkan kepercayaan ini dapat dilakukan dengan melihat konsp yang digambarkan oleh Tschannen- Moran and Hoy (2000), yang mana pemerintah harus mampu menjadikan dirinya sebagai sosok:

Pertama, gambaran kebajikan yang menggambarkan bahwa kebijakan tersebut berujung pada kebaikan bagi masyarakat. Pemerintah harus mampu memberikan keyakinan dan gambaran yang utuh bahwasanya kenaikan BBM ini adalah opsi yang seharusnya dilakukan dan tepat. Tujuan untuk kebaikan bersama dan kedepannya akan memberikan efek yang lebih baik dengan naiknya bahan bakar minyak ini harus mampu dijelaskan secara logis dan rasional.

Kedua, dapat diandalkan yang menggambarkan bahwa pemerintah merupakan pihak yang memiliki konsistensi antara apa yang diutarakan dengan apa yang direalisasikan. Pemerintah harus mampu meyakinkan bahwa mereka adalah pihak yang dapat dipercaya dengan tidak melakukan pelanggaran apa yang sudah dijanjikan sebelumnya kepada rakyat atas apa yang berkaitan dengan kebijakan naiknya BBM. Kompensasi maupun janji kesejahteraan bagi bersama atas kebijakan BBM harus mampu direalisasikan dengan baik sepenuhnya.

Ketiga, pemerintah harus mampu menjadi sosok yang berkompeten khususnya di dalam menjelaskan pertimbangan-pertimbangan mengambil kebijakan yang tidak populer ini. Selain itu, pemerintah juga harus terlihat berkompeten di dalam menangani hal-hal yang dirasa akan menjadi ekses domino yang buruk bagi masyarakat. Pemerintah harus mampu memunculkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan menjadi pengontrol yang kuat di dalam mengatasi inflasi-inflasi yang terjadi nantinya. Pemerintah dalam hal ini diperlihatkan dapat diandalkan di dalam menjaga masyarakatnya.

Keempat, kejujuran hingga keterbukaan pemerintah di dalam finalisasi mengapa bahan bakar minyak ini harus dinaikkan. Pemerintah harus mampu menggambarkan bahwa opsi ini adalah opsi yang terbaik dengan data-data yang valid dan relevan. Tidak ada yang ditutup-tutupi oleh pemerintah khususnya mengenai kebijakan ini. Tidak hanya data yang bersifat pro dengan kebijakan ini yang diumbar, akan tetapi juga data yang mungkin saja memunculkan opsi kontra dengan kebijakan dan melakukan counter secara logis rasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s