Bukan saatnya menunggu pemerintah

Cuaca saat ini memang sudah tidak bersahabat lagi. Seperti yang sudah kita alami hingga saat ini curah hujan turun hingga memberikan dampak yang sangat tidak menyenangkan dan bersifat negatif. Kondisi banjir sebagai efek dari turunya hujan sudah melanda beberapa kawasan dan memaksa para penduduk menjadi seorang pengungsi menjauh dari tempat tinggalnya. Belum lagi banjir yang juga menyebabkan satu kawasan bisa menjadi longsor, sehingga bisa memunculkan jatuhnya korban. Cuaca sudah tidak bersahabat, cuaca sudah cukup ekstrem seperti yang sudah kita rasakan saat ini. Cuaca saat ini tidak kalah menjadi berita paling miris selain korupsi.

Kondisi yang sedikitnya bisa kita kategorikan sebagai bencana saat ini karena efeknya yang merugikan bagi banyak penduduk seringkali kita menyalahkan ketidakbecusan pemerintah. Pemerintah sangat mudah dijadikan kambing hitam akibat kelalaian dan ketidakmampuannya mengatasi bencana yang sudah sering terjadi. Pemerintah dinilai tidak mampu memberikan solusi mengenai permasalahan-permasalahan berkaitan lingkungan ini. Memang lebih menyenangkan ketika kita dihadapkan dengan suatu permasalahan maka kita akan mencari orang lain untuk bisa dipersalahkan sebagai pelampiasan kondisi yang tidak menyenangkan.

Jika kita mau kembali memikirkan dan sedikit merenungi apa yang sedang terjadi saat ini ada suatu hal yang setidaknya harus kita pahami bahwa kondisi yang ada saat ini tidak sedikit karena perilaku kita sendiri di dalam memahami dan memperlakukan lingkungan. Tidak sedikit perilaku-perilaku kita menggambarkan realitas yang tidak mampu menjaga kebersihan, melakukan perusakan tetapi tidak menyadari hingga dengan kesengajaan melakukannya. Perilaku-perilaku ini sangat mudah kita temui di dalam kehidupan sehari-hari kita. Lihatlah kembali bagaimana perilaku membuang sampah kita, tengok kembali bagaimana usaha kita menjaga lingkungan sekitar kita, renungi kembali bagaimana kita mencoba untuk bisa mengurangi efek rumah kaca yang setidaknya dapat memberikan efek ekstrem cuaca saat ini.

Sudah saatnya merubah bukan menunggu
Seperti yang kita pahami dan sadari bahwa sebenarnya kita sudah memahami bagaimana pola cuaca yang biasa sudah terjadi. Kita pahami bahwa kapan akan menjelang fase kemarau dan kapan akan menjelang fase penghujan seperti saat ini. Seperti halnya kita melakukan penamaan bulan yang uni yaitu Januari menjadi bulan hujan sehari-hari. Pola-pola itu seharusnya sudah kita pahami betul dan sudah bisa kita prediksikan dan sudah kita persiapkan usaha-usaha untuk menghadapinya. Sehingga tidak ada lagi dampak-dampak ekstrem akibat cuaca yang mengarah pada eksistensi kita sebagai manusia.

Sudah saatnya kita tidak lagi menjadi individu yang pasif menunggu dari apa yang sepertinya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kita perlu menjadi individu yang aktif, yang berusaha untuk bisa menjaga eksistensi kita sebagai manusia. Kita tidak bisa lagi menimpakan semua permasalahan ini pada pemerintah. Kita tidak bisa lagi hanya pasrah menghadapi dampak cuaca dengan menjadi seorang pengungsi dan menerima bantuan. Menderita akibat keberadaan cuaca yang sepertinya kita tidak mampu memprediksikan keberadaan dan polanya.

Perubahan ini perlu kita galakkan saat ini. Kita perlu merubah kondisi kognitif, afektif dan perilaku kita. Kita perlu meningkatkan pengetahuan kita mengenai kondisi lingkungan kita. Apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki dan menjaga terhadap keberadaan cuaca yang kita miliki saat ini. Kita harus menguatkan afeksi kita untuk mau dan menyepakati bahwa kita harus melakukan perubahan itu. Kita harus menjadi individu yang aktif. Dengan kondisi kognisi yang sudah mumpuni dengan penekanan afektif yang mengarah pada perbaikan maka perilaku akan bisa secara otomatis bergerak mengarah pada perbaikan.

Masyarakatlah yang seharusnya menjadi garda paling depan untuk merubah kondisi cuaca ekstrem yang secara terus menerus menghantam. Kita sudah tidak bisa lagi membebankan ini semua pada pemerintah. Kita memerlukan kerjasama yang bersinergi dengan diawali dari perilaku yang kita miliki.

Kita harus melakukan perubahan mindset ini secara kolektif. Kita harus melakukan ini secara bersama-sama. Kita harus menjadi bagian dalam perubahan dan perbaikan itu sendiri. Perubahan harus dilakukan dari dalam diri untuk bisa memberikan efek yang terbaik dari kondisi yang ada saat ini. Kuatkan dalam diri bahwa perubahan ini pada dasarnya akan memberikan dampak yang positif dalam jangka pendek maupun panjang. Menjadi aktif sebagai individu yang mau memperbaiki dan menjaga lingkungannya melalui perilakunya sendiri akan menghindarkan diri dari permasalahan yang setiap tahunnya sudah kita pahami. Dengan adanya usaha perbaikan ini  bukan hanya eksistensi kita yang sedang kita jaga melainkan juga eksistensi anak cucu kita yang akan hidup setelah kita. Kita harus menjadi pelopor untuk kebaikan dunia ini, kita harus menjadi inisiator atas perbaikan itu sendiri. kalau bukan kita siapa lagi? Tuhan juga tidak akan merubah kondisi suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mau merubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s