Efek Samping Dosis Tinggi Jalanan. (Seri “parodi lalu lintas jalanan”)

Berbicara mengenai kondisi jalanan yang ada saat ini sepertinya tidak jauh-jauh dengan kata overload. Keberadaan transportasi darat baik milik pribadi maupun angkutan di perkotaan sudah memiliki efek samping yang tidak baik untuk keberlangsungan hidup manusia. Seperti halnya dijelaskan oleh Munawar (2007) bahwasanya situasi di perkotaan terkait dengan populasi pergerakan kendaraan pribadi yang begitu besar ditambah dengan pola angkutan umum yang masih tradisional, menimbulkan biaya sosial yang sangat besar akibat waktu tempuh yang terbuang percuma, pemborosan bahan bakar minyak, depresi kendaraan yang terlalu cepat, kecelakaan lalu lintas, hilangnya opportunity cost, timbulnya stress, meningkatnya polusi udara, dan kebisingan.

Kondisi-kondisi tersebut layaknya ramuan-ramuan yang memberikan efek samping negatif yang berkelanjutan. Mari kita mencoba melakukan analisa sederhana dengan kondisi yang ada saat ini terkait dengan kesehatan fisik dan psikis manusia khususnya saat maupun setelah berada di jalanan. Seperti halnya yang dikemukakan oleh banyak para ahli bahwasanya kondisi jalanan yang ada saat ini memasuki tahap polusi yang membahayakan. Melihat dalam laporan harian e-kompas (7/12/2009), menggambarkan bahwasanya kendaraan asap bermotor memberikan sumbangan sebesar 26% dari total emisi yang ada di Indonesia. Lebih lanjut dengan mendasarkan pada data Bappenas terdapat sekitar 1000 unsur beracun yang terkandung di dalam asap kendaraan seperti halnya karbonmonoksida, karbondioksida, partikulat, ozon, timbel, dan sulfur dioksida (kompas.com).

Tidak perlu untuk mencoba mengerti akan efek semua macam racun yang ada dalam asap kendaraan saat ini. Karena kita harus bisa pahami bahwasanya salah satu jenis racun asap kendaraan berupa timbel saja sudah sangat berbahaya dan secara nyata memberikan efek buruk bagi kesehatan fisik. Harian e-kompas (1/12/2009) melaporkan bahwasanya berbagai riset yang telah dilakukan memperlihatkan untuk unsur timbel dalam asap kendaraan memunculkan berbagai macam penyakit yang akan dirasakan dalam jangka yang panjang setelah penumpukan unsur racun tersebut dalam tubuh. Riset membuktikan unsur timbel tersebut menggangu fungsi ginjal, saluran pencernaan, kanker paru-paru, saluran syaraf, mempengaruhi tingkat IQ terutama anak-anak serta dapat menurunkan fertilitas dan kualitas spermatozoa. Situasi ini secara jelas dan nyata telah menjadi ancaman bagi kesehatan fisik manusia.

Selain efek buruk secara fisik tersebut apakah kita menyadari bahwasanya asap kendaraan menjadikan kita menjadi manusia penuh dengan tingkat emosi negatif yang tinggi? Seperti halnya dikemukakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Kinawy (2009), melihat dengan kondisi peningkatan kendaraan di perkotaan yang ada saat ini memberikan efek samping yang buruk bagi kesehatan jiwa para pengendara. Hal ini terkait dengan peningkatan polusi asap kendaraan bermotor yang telah mencapai batas yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia dimana keberadaan polusi yang ada saat ini meningkatkan perilaku agresivitas manusia.

Proses tersebut dapat dijelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwasanya penghirupan asap beracun yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor akan memunculkan kerusakan neurotransmitter pada daerah korteks pada otak. Hal ini dibuktikan dengan hewan coba pada tikus yang diberikan asap yang berasal dari bensin, bukan dari bensin dan udara yang bersih. Hasil yang ada menunjukkan bahwa tikus yang terkena asap dari bensin akan memiliki kecenderungan untuk agresif dan melakukan penyerangan terhadap tikus yang lain. Hal ini bisa kita pahami bahwa beberapa jenis neurotransmitter dalam otak kita dapat memberikan efek menenangkan dan menurunkan tingkat stres. Dengan kerusakan neurotransmitter yang ada maka meningkatnya perilaku agresif dalam diri adalah hal yang bisa saja terjadi.

Sepertinya bahasa yang cukup sederhana di atas tersebut sudah memberikan kita penjelasan yang cukup menjadikan diri kita pintar bukan? Sudah saatnya untuk menyadari bahwasanya akan adanya “genosida” dalam jangka waktu ke depan. Harus mulai kita sadari bahwasanya modernisasi khususnya transportasi saat ini mengancam kelangsungan hidup manusia. Seperti halnya bisa kita ambil kesimpulan yang sederhana yaitu dengan rumus:

Peningkatan Kendaraan=Kerentanan Penyakit fisik dan Mental

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s