Arti Penting Pendidikan Adalah Agar Tahu Betapa Pendidikan Tidak Penting

Sekelumit kata-kata yang cukup mengena bagi kita semua yang ada di negeri ini melalui pementasan karya Betapa Lucunya (Negeri Ini). Apa yang membedakan antara orang yang berpendidikan dan tidak berpendidikan? Orang yang berpendidikan seharusnya tahu akan adab, moral, pengetahuan yang lebih tinggi daripada orang yang tidak berpendidikan. Orang yang berpendidikan memiliki derajat yang tinggi dibandingkan orang yang tidak berpendidikan. Orang yang berpendidikan mampu memberikan perbedaan di dalam lingkaran kehidupan bangsa. Orang yang berpendidikan mampu menjadi contoh terbaik dalam sikap dan perilaku karena mereka terdidik.

Apakah dalam kenyataannya dikehendaki seperti halnya tersebut? Hanya harapan yang utopis dan usang saat ini. Kita hanya dicekoki suatu idealisme yang kosong belaka dari suatu pendidikan. Apakah memang seperti itu keadaan pendidikan kita saat ini? Pada kenyataannya orang yang berpendidikan tidak mampu memberikan perbedaan dalam lingkaran kehidupan berbangsa. Pengangguran meningkat tajam dalam dunia orang-orang yang berpendidikan. Kemerosotan moral dan adab menghinggapi orang-orang yang dikatakan berpendidikan. Korupsi, kolusi, nepotisme, tindak asusila dan lain sebagainya menjadi bahan pemberitaan yang tidak pernah selesai hingga kini. Beberapa konflik dalam politik, sosial maupun kedaerahan pun tidak lepas dari peran orang-orang yang terdidik. Kuantitas orang yang memiliki pendidikan di atas sekolah menengah atas untuk bangsa ini tergolong tinggi. Bangsa kita bukan bangsa yang terbelakang dalam keilmuan apalagi dalam hal pendidikan. Potensi anak bangsa kita tidak kalah jauh dengan orang-orang barat yang diidentikan dengan “lebih baik”. Apakah ada yang perlu dibenarkan dalam pendidikan kita?

Pendidikan dalam hakikatnya mengikat berbagai elemen yang menjalankan pendidikan itu sendiri. Peran orangtua, pendidik, pemerintah dan pasar atau bisa kita sebut sebagai stakeholder. Keempat elemen ini memiliki peran vital yang seharusnya mampu membangun suatu produk pendidikan yang bermoral dan kompeten. Pendidikan kita sepertinya dibangun atas dasar ilmu perilaku yang tidak mapan. Apakah yang mencirikan hal tersebut? Manusia pada dasarnya merupakan suatu organisme berpikir, bersikap dan berperilaku. Suatu stimulus menjadi bahan dasar manusia untuk mengaktifkan kognitif, afektif dan psikomotor. Berprinsip pada dasar tersebut, lingkungan pendidikan reguler yang kita hadapi saat ini menekankan pada tidak lebih dari suatu keadaan kognitif belaka. Kondisi yang saat ini telah memberikan hasil yang cukup mengecewakan bagi perkembangan di dalam masyarakat sendiri.

Peran kognitif yang tidak mengakomodir saat ini merupakan hal dasar yang ditekankan dalam kompetisi yang ada tanpa menjadikan bagian lain sebagai pendukung keseimbangan. Pendidikan reguler Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas menjadi kawasan kompetisi nilai secara tersistem. Ketidakmampuan dalam memilah bahwasanya setiap manusia, setiap individu merupakan makhluk yang berbeda dalam kapasitas maupun kompetensi. Pendidikan yang tidak berpihak pada kelebihan yang di miliki oleh tiap siswa tidak sedikit memberikan kekecewaan dalam hasil pendidikan yang ada sekarang. Keinginan untuk mampu lulus dalam tingkat pendidikan reguler dasar hingga menengah atas menjadikan semua cara “disahkan” secara halal. Kecenderungan penekanan masyarakat akan nilai sebagai dewa dalam memberikan pujaan pada diri anak makin memperkeruh kondisi pendidikan yang ada saat ini. Kecerdasan pribadi anak tidak dapat diakui karena sistem yang tidak mampu mengenal kemampuan para penerus bangsa ini dengan baik. Lingkungan dan sistem pendidikan reguler kita mencoba untuk mencetak insan-insan yang cerdas secara kognitif yang tidak mapan dan blunder dalam beberapa hal terkait adab, moral maupun kecerdasan-kecerdasan bentuk yang lain.

Sama halnya pendidikan tingkat perguruan tinggi yang biasa kita sebut dengan mahasiswa yang berjubel saat ini. Pendidikan dalam perguruan tinggi pun terdapat kebocoran yang sepertinya belum bisa ditutupi dengan baik oleh para pendidik maupun pemerintah. Peningkatan jumlah angkatan kerja perguruan tinggi tidak mampu tercover dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada saat ini. Ketidaktepatan dalam mengaplikasikan ilmu sering kita lihat bahwasanya tidak perduli pekerjaan apa yang kita peroleh dan lakukan karena asas “asal bekerja” di suatu instansi. Banyaknya ketidaktepatan ini dikarenakan para lulusan tidak memiliki kompetensi maupun pengembangan wawasan yang seharusnya menjadi tanggung jawab para pendidik. Kecenderungan untuk menjadi pegawai negeri sipil yang tinggi karena “kenyamanan” kerja yang ada menjadi buruan yang tidak terelakan. Meskipun memerlukan cost yang tidak masuk di akal baik di pusat maupun di daerah.

Apakah pendidikan itu penting saat ini? Nilai yang terkandung dalam pendidikan hilang dengan sendirinya karena berhadapan dengan sistem yang kurang pas, kebutuhan hidup dan kelemahan kita para orang-orang yang terdidik. Pendidikan tidak penting saat ini karena dalam kenyataannya tidak mampu memberikan perbedaan antara orang yang terdidik dengan tidak. Tidak mampu mengangkat derajat kita karena banyaknya angka pengangguran dari orang-orang terdidik. Tidak mampu menjadikan lingkungan masyarakat kita menjadi lebih baik karena kita sendiri tidak memiliki kemampuan tersebut.

Kita sebagai orang yang terdidik memiliki hutang yang cukup besar dalam memberikan perbedaan dalam bangsa kita. Hutang moral kita akan semakin tinggi saat kita mencoba untuk menjadikan pendidikan kita lebih tinggi. Pendidikan pada dasarnya merupakan perihal yang penting dalam mengarungi kehidupan yang ada saat ini. Karena dalam pendidikan pada dasarnya akan selalu ada nilai, wisdom, dan kemampuan untuk menjadikan kehidupan ini menjadi lebih baik bagi diri kita maupun orang lain. Semoga hal ini bisa menjadi perenungan kita bersama sebagai bagian dari penerus bangsa yang perlu menjadikan pendidikan sebagai ujung tombak kemajuan bangsa.

One thought on “Arti Penting Pendidikan Adalah Agar Tahu Betapa Pendidikan Tidak Penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s