Psikologi Ekonomi

EKONOMI dan PSIKOLOGI
Ilmu ekonomi mempelajari segala perilaku individu yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi. Pengertian perilaku dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa segala sesuatau yang berhubungan dengan tindakan yang akan dilakukan didasarkan atas hukum ekonomi. Asumsi dasar yang muncul dalam perilaku tersebut dapat berupa dalam proses pengambilan keputusan, konsep konsekuensi yang akan diterima nantinya di didasarkan atas hukum-hukum dalam ekonomi yang secara konsep di gambarkan dalam bentuk yang kaku dan formal (Van Raij dalam Antonides, 1991).

Perilaku ekonomi ini memunculkan bentuk pengambilan keputusan yang menitikberatkan atas pertimbangan-pertimbangan yang bersifat rasional atau logika dan berusaha untuk memaksimalkan penggunaannya dalam sudut pandang ekonomi (Hayes dalam Antonides). Kirchler dan Holzl (2003) menambahkan bahwa asumsi dasar keilmuan yang bersifat rasional dan memaksimalkan penggunaannya banyak dititik beratkan pada sumber-sumber yang bersifat langka. Sumber-sumber yang bersifat langka tersebut dapat berupa uang, waktu dan usaha (Antonides, 1991). Hayes (Antonides, 1991) menambahkan bahwa asumsi dasar yang bersifat rasional adalah segala sesuatu harus dilihat dalam suatu kondisi dimana sistem adanya keuntungan dan kerugian untuk memunculkan sebuah keputusan harus dijadikan sebuah acuan untuk melakukan perilaku ekonomi, dan asumsi memaksimalkan penggunaan dimaknai dengan segala perilaku ekonomi yang muncul memberikan sebuah keluaran yang banyak memberikan keuntungan bagi dirinya.

Kirchler dan Holzl (2003) memberikan sebuah asumsi bahwa perilaku ekonomi yang ditunjukkan berdasarkan sudut pandang keilmuan ekonomi tersebut tidaklah selalu benar dalam kenyataan yang ada saat ini. Perilaku ekonomi yang didasarkan dengan konsep rasionalitas dan memaksimalkan penggunaan ternyata banyak menimbulkan sebuah kontra dalam lingkungan sosial bermasyarakat. Terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi individu dalam memunculkan sebuah perilaku ekonomi selain menitikberatkan pada keuntungan atau kerugian yang akan didapatkan dan bagaimana konsekuensi yang akan didapatkan berdasarkan sistem untung rugi tersebut. Pingle (Kirchler dan Holzl, 2003) memberikan sebuah opini bahwa “saat individu melakukan sebuah pilihan, maka sebuah otoritas yang lain bisa memberikan perintah untuk memilih alternative yang lain walaupun pilihan tersebut tidak memberikan hasil yang optimal pada dirinya”. Cairns & Vandet Pol (Kirchler dan Holzl, 2003) menambahkan bahwa dalam fakta kondisi yang ada saat ini, memberikan gambaran bahwa “norma sosial dan relasi dalam kelompok maupun dalam antar kelompok akan mempengaruhi kebanyakan keputusan dalam perilaku ekonomi yang akan diambilnya”. Selain factor-faktor yang bersifat situasional seperti yang ada di atas, perbedaan individu yang ada menjadi salah satu peran yang mempengaruhi munculnya perilaku ekonomi. Supphellen dan Nelson (Kirchler dan Holzl, 2003) menemukan adanya pengaruh dari kepribadian dan struktur dari motif yang ada memberikan sumbangan dalam munculnya perilaku. Konsep-konsep psikologi mempengaruhi individu dalam melakukan sebuah tindakan, khususnya dalam hal ini adalah perilaku ekonomi.

PSIKOLOGI EKONOMI
Psikologi ekonomi dalam hal ini memiliki kawasan ilmu yang Psikologi ekonomi dimaknai dengan sebuah pemahaman yang muncul dalam diri individu, berhubungan dengan segala pengalaman yang telah dijalani dan segala perilaku yang muncul dalam sudut pandang ekonomi (Kirchler dan Holzl, 2003). Malakhov dkk (1994) memberikan pemaknaan bahwa “psikologi ekonomi sebagai sebuah studi ilmu yang mempelajari sebuah hubungan antara karakteristik psikologi yang terdapat pada individu maupun pada kelompok dalam aktivitas ekonomi yang dilakukan. Studi terdapat pada sifat pembawaan dan dinamika berpikir seorang individu maupun dalam kelompok yang berkaitan dengan segala sesuatu yang bersifat proses ekonomi dan perilaku atas dasar pemikiran tersebut”. Individu sebagai bagian dari sebuah kelompok sosial akan memberikan pengaruh dalam perilaku yang akan dilakukannya. Proses interaksi antar individu dalam sebuah kelompok akan memberikan nilai-nilai yang baru dalam mempengaruhi individu dalam berperilaku. Psikologi ekonomi menunjukkan bahwa dalam aktivitas ekonomi maupun mekanisme peraturan yang terbentuk bukanlah berdasarkan pada hukum ekonomi yang ada. Aspek-aspek dari kehidupan sosial dan manusia itu sendiri memiliki pengaruh yang besar dalam proses munculnya sebuah perilaku. Hal tersebut menunjukkan bahwa psikologi ekonomi cenderung lebih memiliki pengaruh dalam sistem ilmu sosial. Area keilmuan dalam psikologi ekonomi dijelaskan bahwa adanya sebuah relevansi keilmuan dengan sosiologi, antropologi, hukum, dan di satu sisi dengan teori pengambilan keputusan, cybernetic dan game theory di sisi lain.

Kirchler dan Holzl, 2003 menjelaskan bahwa area studi dalam psikologi ekonomi, berkaitan dengan pengambilan keputusan, studi tentang memilih dan mengambil keputusan oleh individu, interaksi sosial, pengulangan dari perspektif teori permainan, topik yang berkaitan dengan perilaku keuangan termask dalam keputusan berinvestasi, perilaku menabung, debit dan kredit dalam berumah tangga, pasar uang. Psikologi ekonomi juga memberikan ruang studi terhadap perilaku tentang perpajakan, pasar kerja, sosialisasi ilmu ekonomi dan teori tentang peletakannya. Selain hal tersebut, aspek politik seperti pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, pajak, dan kebijakan serta perubahan ikut dalam kajian keilmuan psikologi ekonomi. Psikologi ekonomi memiliki dimensi yang berbeda dengan perilaku konsumen, dikarenakan bahwa dimensi peilaku konsumen terbatas pada sikap, perilaku, harapan konsumen dengan pemasaran dan iklan.

Psikologi ekonomi merupakan ilmu yang didasarkan atas munculnya relevansi konsep psikologi yang seyogyanya akan mempengaruhi perilaku ekonomi yang muncul saat ini. Dasar paradigma dalam psikologi ekonomi dimunculkan oleh Katona (Antonides, 1991) dengan tiga elemen mendasar yang akan membentuk sebuah skema dasar bahwa perilaku ekonomi yang muncul berawal dengan adanya stimulus dan berlangsung adanya proses mental dalam diri dengan hasil akhir berupa perilaku. Tiga elemen mendasar tersebut berupa lingkungan yang bersifat objektif (termasuk pemasukan, aset yang dimiliki, kesempatan bekerja, dan status sosial ekonomi) akan memberikan sebuah pengaruh dalam proses mental yang dilakukan oleh individu. Proses mental dalam hal ini akan membentuk perasaan yang nyaman sebagai anggota dari masyrakat. Proses mental yang berjalan akan memunculkan sebuah harapan dan sikap yang berkaitan dengan konteks ekonomi yang ada saat itu. Sikap dan harapan-harapan yang muncul dalam sebuah proses mental akibat adanya pengaruh dari lingkungan objektif yang melekat pada individu akan membentuk sebuah perilaku ekonomi sebagai bentuk respon atas adanya stimulasi awal.

Daftar Pustaka

Antonides, G. 1991. Psychology in Economic and Business. Kluwer Academic Publisher : Netherland.

Malakov, Vakerevich, S, Zudorozhniuk & Eudokimovis, I. 1994. Russian Sosial Science Reviews. Economic Psychology and Practice of Running a Modern Economi Vol 35, Iss. Pg 60.

Kirchkler, E & Hozlt, E. 2003. International Reviews of Industrial Organizational Psychology 2003. Edited by C. L Cooper and I. T Robertson. John Willey & Son.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s