The Secret (The Law of Attraction)

The Secret merupakan sebuah film yang bergenre dokumenter berupa pengakuan dan penjelasan akan sebuah “rahasia” kekuatan dalam dinamika kehidupan ini. Berawal dari sebuah keadaan yang dihadapi oleh Rhonda akan kematian sang ayah dan kesusahan dalam hidup yang dijalaninya. Berbekal dengan sebuah buku yang diberikan pada dirinya oleh sang anak maka Rhonda kembali mengungkapkan sebuah “Rahasia” yang telah berabad-abad lamanya telah ada. Sebuah “Rahasia” yang sedianya telah merubah beberapa sosok menjadi manusia-manusia yang mampu menjadi inspirator dalam kehidupan layaknya Plato, Shakespeare, Bethoven, Emerson, Lincoln, Newton, Edison dan Einstein. Inspirator-inspirator itulah yang mampu memahami “Rahasia” ini sehingga mampu menjadikan dirinya memperoleh hasil akan “Rahasia” ini. Akhirnya dengan berbekal buku yang diberikan oleh anaknya, dia mencoba untuk mengumpulkan orang-orang yang mengetahui akan “Rahasia” ini, dengan tujuan untuk menguak kembali keajaiban akan “Rahasia” yang dapat menjadikan manusia mampu menciptakan dunianya sendiri.

The Secret menyeruakkan sebuah kekuatan yang diabstraksikan dengan sebuah hukum yang dinamakan dengan The Law of Attraction ini dijelaskan sebagai kekuatan yang akan mempengaruhi dalam kehidupan seseorang. Disadari atau tidak disadari maka hukum ketertarikan ini akan terjadi di dalam kehidupan seperti halnya yang digambarkan dalam film ini. Hukum ketertatikan ini sangat terkait dengan kekuatan pikiran yang dimiliki oleh seseorang. Pikiran sebagai salah satu anugerah yang dimiliki oleh seorang manusia memiliki sebuah getaran pikiran, dimana getaran pikiran ini akan menarik hal-hal yang sama dengan apa yang dipikirkan secara terus menerus dan berulang. Konsep hukum ketertarikan dalam hal ini terkait dengan kekuatan pikiran manusia, pikiran manusia memiliki kekuatan dan merespon apa yang dimunculkan oleh manusia itu sendiri. kata kunci dalam hal ini adalah, pikiran akan merespon segala sesutau yang kita pikirkan. Apakah itu sebuah “good think” atau “bad think” maka otak akan memunculkan getaran dalam meresponnya.

Kekuatan pikiran ini merupakan sebuah kekuatan yang dapat mewujudkan apa yang kita kehendaki baik itu kehendak kecil, besar, atau sesuatu yang kita anggap tidak mungkin. Di sini kekuatan pikiran akan mampu “mewujudkan” hal tersebut dengan menselaraskan dengan alam semesta ini. Alam semesta akan merespon apa yang kita munculkan dengan getaran pikiran yang kita munculkan. Secara ekstrimnya bahwa kondisi ini disebut dengan “thought become thing”. Apa yang kita pikirkan akan menjadi sebuah realita atau kenyataan.

Konsep the law of attraction ini tidak serta merta dengan mudah muncul dengan alur yang sederhana dengan hanya berpikir maka semua akan muncul menjadi sesuai dengan kenyataan. Konsep the law of attraction ini terkait dengan beberapa konsep pendukung sebagai bagian dalam dinamika proses the law of attraction. Beberapa konsep ini terkait dengan beberapa kondisi yang harusnya terpenuhi untuk mampu memunculkan the law of attraction itu sendiri. Kondisi akan perasaan yang sedang dialami dalam diri menjadi salah satu penguat proses menuju dinamika the law of attraction ini. Kembali akan getaran dalam otak untuk merespon dan menselaraskan dengan alam semesta ini, maka dengan perasaan yang menyenangkan dalam diri maka akan mempengaruhi cara berpikir dalam otak sehingga akan direspon dengan menselaraskan dengan alam semesta dan menarik segala sesuatunya sebuah kondisi yang menyenangkan dan begitu juga sebaliknya.

Pada film The Secret ini juga dijelaskan tentang adanya langkah-langkah yang hendaknya dilakukan oleh individu untuk mampu menciptakan keinginan yang ada dalam pikiran ini menjadi sebuah kenyataan dalam realita (thought become thing). Langkah yang pertama adalah meminta, yang merupakan langkah awal untuk mampu menjadikan keinginan menjadi sebuah kenyataan maka mintalah. Meminta segala sesuatu yang dikehendaki, baik itu sepertinya hal yang tidak mungkin atau tidak seperti biasanya yang kita miliki. Langkah kedua adalah percaya, seperti halnya dikemukakan oleh para “master” yang mengetahui akan “Rahasia” ini maka percayalah bahwa apa yang dikehendaki sudah menjadi milik kita. Pencapaian langkah ketiga adalah menerima, dimana hal ini merupakan sebuah kondisi dimana saat ini kita merasakan senang akan keinginan kita telah datang sesuai dengan apa yang kita kehendaki.

Kita juga diberikan sebuah pemahaman yang lainnya dalam film The Secret ini berupa ada beberapa kondisi yang hendaknya kita lakukan untuk bisa mencapai inti dari The Law of Attraction. Untuk bisa memunculkan energi akan The Law of Attraction dan menariknya selaras dengan alam semesta ini maka kita dianjurkan untuk memahami sebuah konsep gratitude (bersyukur) dan visualization (visualisasi). Dengan selalu bersyukur akan apa yang kita miliki dan kita hadapi maka menjadikan hari-hari yang kita lalui menjadi lebih bahagia dan menyenangkan. Kondisi ini akan mempengaruhi otak kita untuk memunculkan sebuah bad think atau good think. Selalu diingat bahwa apa yang dipikirkan oleh otak kita maka akan selalu direspon dengan tidak melihat apakah itu pikiran yang disadari maupun disadari apakah itu kenyataan ataupun tidak yang akan memancarkan energi kea lam semesta. Konsep visualisasi dalam film The Secret ini merupakan kekuatan dalam pikiran kita untuk berimajinasi akan apa yang kita inginkan. Bayangkan bahwa kita telah memiliki apa yang kita inginkan itu dan kita sedang memegang, menggunakan atau menikmati apa yang kita kehendaki. Bayangkan dalam pikiran kita, rasakan seperti dalam kenyataannya bentuk, kondisi, maupun segala hal tentang apa yang kita inginkan. Bayangkan dalam pikiran kita seperti halnya sebuah kenyataan itulah inti dari konsep visualisasi. Kembali lagi bahwa otak tidak mengenal apakah itu kenyataan ataupun tidak maka akan direspon dengan adanya sebuah alur dalam otak kita.

Hal yang diperlihatkan dalam film ini selain sebuah pemahaman bahwa apa yang akan kita pikirkan menjadi sebuah kenyataan kita diberikan sebuah pemahaman lain untuk tidak secara sederhana itu menjadi sebuah keyakinan. Hasil yang kita inginkan dari “Rahasia” ini bersifat memiliki waktu tunda. Getaran pikiran yang kita keluarkan yang akan diselaraskan dengan energi dalam alam semesta ini harus dilakukan secara terus menerus dengan konsisten sehingga respon yang muncul dari getaran pikiran yang kita keluarkan akan semakin kuat sehingga seperti layaknya jin dalam cerita Aladin bahwa “permintaanmu adalah perintahku” untuk diwujudkan.

Alam semesta ini merupakan sebuah energi, kita merupakan makhluk yang terdiri dari kumpulan-kumpulan energi. Energy tidak dapat diciptakan atau dihancurkan karena energy hanya bisa berubah bentuk. Maka kita mampu melakukan hukum tarik menarik sebuah energi dari dalam diri kepada energi yang ada pada alam semesta ini karena kita adalah sebuah magnet energi. Menselaraskan energi dengan alam semesta ini dan menarik energi itu untuk mewujudkan apa yang kita inginkan itulah sebuah “Rahasia” dalam pencapaian kesuksesan, kesehatan, kekayaan, kebahagiaan dan kemakmuran dalam kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s