Manusia Macam Apa Yang Tidak Ingin Memperbaiki Dunia

Begitu lama dunia ini sudah membentuk dan terbentuk sebagai pijakan kehidupan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Segala perubahan, pergerakan telah mewarnai perjalanan usia bumi ini. Perubahan dalam artian sebgai bentuk pergerakan dalam arah menuju kemajuan atau sebuah kemunduran. Pergerakan perubahan ini telah memberikan segala bentuk kemajemukan, perbedaan, keindahan sampai kehancuran. Kemajuan banyak ditafsirkan sebagai adanya kemajuan dalam segala ilmu pengetahun maupun teknologi yang telah ada. Secara fisik terlihat dalam era modernism saat ini. Keunggulan dalam dunia kesehatan , pertanian, teknologi. Kita bisa dengan mudah menjelajah bagian belahan dunia lain dengan teknologi yang telah ada sekarang ini dan mampu menjelajhi jagad raya ini. Setiap individu bisa menjadi “penguasa” semu dalam dunia dan alam semesta ini. Itulah salah satu kehebatan teknologi yang kita banggakan saat ini. Kebanggan kita sebagai umat manusia yang mampu “memajukan” sebuah peradaban.

Apakah itu kemajuan yang kita banggakan? saya rasa itu bukanlah sebuah kebanggaan bagi umat manusia. Hanya kebanggaan semu yang dapat diberikan oleh “kemajuan” peradaban hingga kita melupakan sesuatu. Keunggulan akan peradaban telah hancur saat ini, kebanggaan akan peradaban telah runtuh dalam lekangnya zaman. Terlalu banyak kehinaan yang dimunculkan oleh sebuah “kemajuan” peradaban ini. Konflik, chaos, perang, perebutan kekuasaan, imoralitas, korupsi adalah beberapa kehinaan yang dimunculkan oleh “kemajuan” peradaban. Manusia menjadi sebuah organism yang terlemah dalam hal ini. Semuanya menjadi sebuah kelaziman yang dirasionalisasikan dalam zaman ini. Kita melupakan apa itu tugas kita di bumi ini, apa keinginan Tuhan kita dalam menciptakan umat manusia, kita lupa apa itu esensi dari sebuah ilmu dan peradaban. Kehinaan sudah bukan menjadi hal yang perlu kita pikirkan, kita menjadi manusia yang mengalami dekadensi. Dekadensi dalam segala segi peradaban, menjadikan dunia ini lebih buruk dari wajah kesejukannya. Manusia macam apa yang tidak ingin memperbaiki dunia?

Saya teringat dengan sebuah dialog dalam film “The Kingdom of Heaven”, seorang raja mengatakan bahwa “jiwamu adalah tanggung jawabmu, saat berdiri di hadapan Tuhan, tidak bisa bilang bahwa kau disuruh orang atau perbuatan baik tak cocok pada saat hidup kita”. Itulah salah satu dialog yang cukup berkesan bagi saya. Otoritas akan selalu ada dalam dunia ini, tetapi jiwa adalah kebebasan yang akan dimintai pertanggungjwaban. Manusia yang menjadikan sejarah dan menyusun sebuah sejarah. Sejarah peradaban dan kemajuan telah kita susun dalam beberapa bentuk, tetapi kita lupa apa yang paling esensi untuk mengatur dan mengontrol kemajuan itu. Seharusnya kita mulai menyadari bahwa saatnya nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan di dunia ini. Segala perbuatan kita adalah tanggung jawab kita, semuanya ada dalam pilihan hati kita untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Pilihan klasik yang sering terdengar maupun tertulis dalam segala anjuran maupun bentuk ajakan menuju sebuah kebaikan dalam hidup. Akan tetapi hal tersebut tidak perlu menjadi suatu pilihan yang terpaksa dalam diri, karena jiwa adalah kebebasan. Kebebasan bukanlah suatu otonomi, karena kebebasan adalah pemberian dan ingatlah akan dimintai dalam pertanggungjawabannya. Manusia macam apa yang tidak ingin memperbaiki dunia? Pertanyaan klasik yang pastinya dapat dijawab dengan mudah oleh kita semua, tetapi memerlukan perjuangan untuk bisa menjadi sebuah aksi. Semoga kita bisa menjadi salah satu manusia yang selalu mengarah dalam perbaikan dunia ini.

“salam perdamaian untuk dunia ini”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s